Rumus Meraih Ikhlas

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah ALLAH dengan memurnikan ketaatan kepada-NYA dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98] :5)

Secara bahasa ikhlas berasal dari kata kholasha, khulushon, khalashon berarti murni dan terbebas dari kotoran. Kata ikhlas menunjukkan makna murni, bersih, terbebas dari segala sesuatu yang mencampuri dan mengotorinya. Maksudnya, ikhlas itu mengesampingkan pandangan manusia dengan senantiasa mengarahkan tujuan segala aspek hidupnya hanya kepada ALLAH SWT.

Dalam upaya mendekatkan diri kepada ALLAH SWT ini, jangan sampai diabaikan perhatian kita terhadap niat di hati atas segala amal perbuatan. Benar-benar harus disertai dengan keikhlasan yang tulus. Mengapa demikian? Karena ALLAH SWT hanya akan menerima amal seorang hamba jika amal itu disertai ikhlas karena ALLAH SWT. Berikut ini rumus yang bisa kita jalankan untuk meraih keikhlasan:
Continue reading

Ciri Perkataan Yang Ditolong ALLAH

Oleh: Aa’ Gym

Berbicara itu mudah, tapi mempertanggungjawabkannya tidak mudah. Orang yang mengenal ALLAH pasti tidak mudah untuk berbicara. Karena dia tahu bahwa setiap kata-katanya didengar ALLAH dan akan dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, orang yang belum yakin kepada ALLAH akan mudah sekali berbicara. Apa saja dibicarakannya.
Selengkapnya…

Lidah Adalah Amanah

Oleh: KH Abdullah Gymnastiar

Kualitas diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah. Orang-orang beriman tentu akan berhati-hati dalam menggunakan lidahnya.

Wahai orang-orang beriman takutlah kalian pada ALLAH dan berkatalah dengan kata-kata yang benar. (QS Al-Ahzab:70)

Sementara itu, Rasulullah saw bersabda,

Siapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam. (HR Bukhari-Muslim)

Rasulullah adalah figur teladan yang sangat menjaga kata-katanya. Beliau berbicara, berucap, berdialog, juga berkhutbah di hadapan jamaah dengan akhlak. Demikian tinggi akhlak beliau hingga disebutkan bahwa kualitas akhlak beliau adalah Al-Quran.
Mulut manusia itu seperti moncong teko. Moncong teko hanya mengeluarkan isi teko. Kalau ingin tahu isi teko, cukup lihat dari apa yang keluar dari moncong itu. Begitu pun jika kita ingin mengetahui kualitas diri seseorang, lihat saja dari apa yang sering dikeluarkan oleh mulutnya.

Silahkan dilanjut bacanya..

Waspadai Fatamorgana Dunia

Oleh : Aa Gym

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah. (QS. Luqman [31]: 33)

Kehidupan dunia hanya kesenangan sementara, namun banyak yang tidak selamat pada jebakan itu. Nafsu menjadi pengendali hidupnya, hingga tidak pernah ada kepuasan atas apa yang dimiliki. Semua selalu kurang dalam
pandangannya.

Silahkan dilanjutkan bacanya..

Hakikat Do’a

berdoa

Do’a adalah intinya ibadah. (HR. Tirmidzi)

Do’a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya’la)

Oleh : Aa’ Gym

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin. Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmai’iin.

Jika ada sebuah pertanyaan, kenapa ALLAH tidak mengabulkan atau mengijabah do’a? Sudah begitu jelekkah ummat Islam sehingga do’anya tidak dikabulkan? Sebetulnya berbeda urusannya, antara kita berdo’a dengan dikabulkannya do’a tersebut. Karena kita diperintah berdo’a oleh ALLAH, sedangkan mengabulkan itu adalah kehendak ALLAH. Sesuai dengan kebijakan, kearifan dan janji-NYA.

Bukankah kita tidak berdo’a saja ternyata lebih banyak diberi? bukankah kita tidak berdo’a untuk meminta nafas, tapi buktinya kita selalu bernafas. Kita tidak berdo’a untuk minta makan, namun, bukankah sampai saat ini kita makan terus? Banyak yang tidak kita minta, namun telah diberikan oleh ALLAH SWT. Bahkan yang tidak berdo’a juga sama-sama diberi oleh ALLAH rejeki. Yang meminta jodoh ada yang belum mendapatkan jodohnya. Namun, yang tidak minta malah ada yang lebih dari satu. Yang tidak minta anak ada yang dikarunia banyak anak, namun ada yang telah meminta ternyata belum diberi oleh ALLAH.

Silahkan dilanjut bacanya..:)

Makna Bersyukur Yang Hakiki

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Barang siapa yang tidak mensyukuri nikmat Allah, sesungguhnya ia telah membuka jalan hilangnya nikmat dari dirinya. Akan tetapi barangsiapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka ia sesunguhnya ia telah memberi ikatan yang kuat pada kenikmatan Allah itu. (Al-Hikam Halaman : 133).

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin. Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmai’iin. Hamba yang makin tinggi dan sempurna ketaatannya kepada Allah, akan makin banyak pula syukurnya kepada-Nya. Memantapkan kenikmatan yang ia terima dari Allah Swt, di tempat yang mulia. Karena nikmat itu adalah anugrah yang patut dijungjung tinggi.

Bersyukur kepada Allah itu ada tiga cara, bersyukur didalam hati, bersyukur dengan lisan, dan bersykur dalam sikap atau prilaku.

Adapun bersyukur di dalam hati, ialah memantapkan dalam hati bahwa semua nikmat itu adalah dari Allah, seperti firman Allah dalam surat An Nahl ayat 53,

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)

Adapun syukur dengan lisan, yaitu dengan memperbanyak puji syukur kepada Allah, sambil membaca Alhamdulillah.

Adapun bersyukur dalam bentuk sikap tingkah laku adalah dengan melaksanakan amal ibadah dengan anggota badan, dengan amal saleh, dengan prilaku mulia, dan budi bahasa yang terhormat.

Bersyukur kepada Allah SWT tidak cukup dengan lisan belaka, akan tetapi bersyukur dengan memgikutsertakan seluruh anggota badan, dengan merasakan kenikmatan syukur dalam kehidupan jasmani dan rohani. Wallahu a’alam

Bercermin Diri

Oleh : Aa’ Gym

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh sesungguhnya aku belum mengenal…….siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya?
apakah wajah ini wajah yang kelak akan bercahaya, bersinar indah di surga sana,
ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam.

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya?
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan
Menatap Allah, menatap Rasulullah,
menatap kekasih-kekasih Allah kelak
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot,
menganga terburai menatap neraka jahanam
Apakah mata terlihat maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata apa gerang yang kau tatap selama ini

Selengkapnya…