Kaos Dakwah [08.08.11]

"Ingat 5 Sebelum 5" (kuning)
Bahan: Katun Combed 20s (lembut, adem dan ngga gerah)
Harga: Rp 55.000,00 (belum termasuk ongkos kirim)
Tersedia dalam ukuran M dan L - M (lebar = 41cm, panjang = 63cm) - L (lebar = 50cm, panjang = 69cm)

"Ingat 5 Sebelum 5" (biru muda)
Bahan: Katun Combed 20s (lembut, adem dan ngga gerah)
Harga: Rp 55.000,00 (belum termasuk ongkos kirim)
Tersedia dalam ukuran M dan L - M (lebar = 41cm, panjang = 63cm) - L (lebar = 50cm, panjang = 69cm)


Kaos lainnya..

“Buah-buahan” Yang Menyehatkan Iman dan Ruhani

Oleh-oleh dari tetangga yang baik hati..

  • APEL (ayo pelajari Al-Qur’an)
  • STRAWBERRY (selalu taat dan rajin memberi)
  • JERUK (jangan berbuat buruk)
  • PISANG (pantang iri, sombong & angkuh)
  • ANGGUR (anggota gemar bersyukur)
  • JAMBU (jaga iman & qalbu)
  • TOMAT (bertobat & tdk maksiat)
  • MENTIMUN (menuntut ilmu tdk banyak melamun)

Ayo kita konsumsi supaya iman dan ruhani kita sehat dan mantap.. :)

Gambar pinjam dari sini.

Manfaat Sholat Bagi Kesehatan

sujud

Rangkaian gerakan sholat yang dicontohkan oleh Rasulullah saw sarat akan hikmah dan manfaat bagi kesehatan. Sebab, setiap gerakan sholat merupakan bagian dari olahraga otot-otot dan persendian tubuh. Sholat dapat membantu menjaga vitalitas dan kebugaran tubuh tetapi dengan syarat semua gerakan sholat dilakukan dengan benar, tuma’ninah (perlahan dan tidak terburu-buru), dan istiqomah (konsisten/terus menerus).

Begitu banyak manfaat gerakan sholat bagi kesehatan tubuh manusia. Semakin sering kita sholat dengan benar, semakin banyak manfaat yg kita peroleh untuk kesehatan diri kita.

Mari kita lihat satu persatu dari gerakan sholat…

Lanjutin bacanya…

Pola Makan yang Sehat dan Seimbang

Seperti kita ketahui bersama makanan merupakan unsur penting bagi makhluk hidup khususnya manusia untuk menjaga kesehatan. Makanan yang kita konsumsi sebaiknya sehat, bergizi dan dikonsumsi secara seimbang. Oleh karenanya sebelum mengonsumsi makanan, ada baiknya kita memperhatikan kebaikan makanan (nilai gizi) bagi tubuh.

Dalam konsep Islam, makanan yang sehat dan baik (bergizi) diistilahkan dengan halalan (halal) dan thayyiban (baik dan bergizi). Ada 4 (empat) ayat dalam al-Qur’an yang menyertakan kedua sifat ini (halalan dan thayyiban) yang berkaitan dengan anjuran makan, yaitu :

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. (QS. Al-Baqarah: 168)

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (QS. Al-Maa’idah: 88)

Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Anfaal: 69)

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. An-Nahl: 114)

Lanjutin bacanya…

Slow Food, Kembali Pada Makanan Tradisional Yang Sehat

Tanpa sadar banyak di antara kita sudah tergiring pada pola makan amburadul serba fast food. Selain resto, supermarket penyedia fast food siap masak seperti nugget dan drumstick makin mudah terjangkau. Wajar saja kalau anak-anak kita pun makin banyak yang mengidap penyakit akibat kebiasaan menyantap fast food. Di balik ancaman fast food, pelan tapi pasti kita makin disadarkan pentingnya kembali ke pola makan tradisional yang alami, beragam, dan lebih sehat. salah satunya oleh gerakan Slow Food.

Sudah banyak kesimpulan hasil penelitian terhadap fast food. Prevalensi anak-anak kegemukan (obesitas) semakin meningkat. Usia penduduk pengidap diabetes dan penyakit degeneratif lainnya seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan osteoporosis menjadi semakin dini, termasuk diabetes di kalangan anak-anak. Ini hanya sebagian contoh paling menonjol yang terkait kebiasaan menyantap fast food.

Makanan fast food umumnya kaya lemak jenuh dan lemak trans, tinggi kalori, rendah serat, berlimpah gula, dan bahkan royal dengan tambahan food additives sintetis untuk menjadikan warna, tekstur, dan cita rasanya menggugah selera. Semua bahan tersebut sangat kurang bersahabat dengan kesehatan. Bahkan, sebagian fast food seperti donat dikelompokkan sebagai “makanan sampah” (junk food) karena nyaris tidak menyumbangkan nutrisi kecuali hanya gula, lemak, dan setumpuk kalori.

Selengkapnya…

Cuci Tubuh Pakai Buah dan Sayur

Image Hosting by Picoodle.com

Cara terbaik menguras racun tubuh, yakni hanya mengonsumsi buah-buahan atau ditambah sayuran, setidaknya setengah hari. Bangun tidur lebih baik Anda minum jus ketimbang teh manis atau kopi.

Efek detoksifikasi kuat datang dari asam buah-buahan, seperti lemon, tomat, dan nanas. Cobalah Anda sarapan dengan menu jus jeruk. Ini akan memberikan energi dan Anda siap beraktivitas. Tak harus langsung banyak. Setengah buah lemon bisa memberi efek detoksifikasi meski tidak terlalu kuat, dan tubuh tetap mendapat asupan vitamin C. Vitamin C ini mampu mengubah racun di lever menjadi larut air, sehingga mudah dibuang keluar tubuh.

Selengkapnya…

Menata Pikiran Ketika Sakit

Oleh : K.H. Abdullah Gymnastiar

Banyak hal yang tidak kita inginkan tiba-tiba datang menimpa. Hal tersebut sering menyebabkan tertekannya perasaan yang berujung pada penderitaan. Salah satunya adalah penyakit. Ya, saat-saat kita ditimpa sakit. Adalah lazim bila sebagian kita jatuh mengeluh tatkala sakit. Tubuh lunglai, wajah kuyu, dan pudar cahayanya.

Sebenarnya, yang paling berbahaya adalah bila kita tidak bisa memenej pikiran dengan baik. Biasanya menerawang jauh, realitas yang ada didramatisasi, segalanya dipersulit, hingga makin parah dan menegangkan. Orang yang terkena gejala tumor misalnya, akan menjadi sengsara jika yang menjadi buah pikirannya adalah sesuatu yang lebih mengerikan dari kondisi sebenarnya. Ah, jangan-jangan tumor ganas. Bagaimana kalau merambat ke seluruh tubuh, sehingga harus dioperasi? Lalu, bagaimana kalau operasinya gagal? Belum lagi biayanya yang pasti akan sangat mahal. Bila hal ini terjadi, maka orang tersebut akan jauh lebih menderita daripada kenyataan sebenarnya.

Selengkapnya…