Mengungkap Rahasia Kematian

Oleh : Agus Nashir, S.Ag

Kematian merupakan suatu proses yang pasti akan dilalui setiap makhluk hidup. Tapi kapan kematian itu akan dilalui, hanya ALLAH SWT saja yang maha mengetahuinya. Yang jelas, kematian yang dirasakan seseorang tidak sama dengan orang lain. Waktu dan penyebabnya sangat beragam, apalagi keadaan manusia setelah kematian juga bermacam-macam. Begitulah ALLAH SWT berkehendak. Semua yang menimpa manusia di saat-saat kematian, sangat tergantung dari bagaimana manusia tatkala menjalani kehidupannya di dunia.

Bagi orang yang mengalami sakaratul maut, sebelum ruhnya sampai di tenggorokan, ALLAH SWT berkenan membukakan baginya alam malakut (alamnya para malaikat). Jika seandainya lidah orang yang sedang sakaratul maut mampu berucap, niscaya ia akan berbicara tentang keberadaan para malaikat. Tetapi kebanyakan keinginan bicara dari apa yg dilihatnya pada saat itu, hanya ia simpan dalam dirinya sendiri. Lidah terasa kaku sehingga terasa sulit untuk mengucapkannya.

Selengkapnya…

Dahsyatnya Alam Kubur

Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz r.a. mengurusi jenazah keluarganya. Ketika mayat telah ditanam ke liang lahat dan tanah sudah dimampatkan, Umar menghadap orang-orang yang bertakziah sambil berkata, “Sesungguhnya kuburan ini memanggilku dari belakang. Maukah kalian kuberitahu apa yang ia katakan kepadaku?”

Mereka menjawab, “Tentu.”
Umar berkata, “Kuburan itu memanggilku dan berkata, “Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini?”
“Tentu,” jawabku.

Selengkapnya…

Takdir Kematian

Takdir selalu mengintai seluruh negeri.
Takdir pula yang siap menghancurkan setiap hamba.
Kau pasti akan melihat nasib sebuah kaum yang kau jumpai.
Sebagimana yang menimpa kaum Tsamud dan ‘Ad.
Apakah kau ingat yang terjadi pada Bani Asfar, ahli bangunan dan penakluk gunung?
Apakah kau ingat apa yang terjadi pada Bani Sasan, yang menjadi benteng yang ganas dan hitam?

Di manakah Dawud dan Sulaiman, panglima penghadang pasukan
Di manakah Namrudz dan anaknya… di manakah Qarun dan Haman yang mempunyai banyak pasukan?
Semuany tenggelam dalam pusaran takdir, dan tak pernah muncul kembali.
Lupa, ataukah kamu pura-pura lupa terhadap takdir kematian
Apakah kamu lupa terhadap hari perpisahan dengan anak-anak?
Apakah kamu lupa terhadap kubur,
Yang akan menjadi tempat tinggalmu, ditemani kehinaan, kengerian dan kesendirian?

Di hari apakah kamu akan dijemput ajal,
Ketika itu kamu dipanggil… dan kau kau tak mampu menjawab panggilan
Di hari apakah perpisahan itu terjadi, saat engkau menghadapi detik-detik kematian dengan susah payah.
Di hari apakah jeritan itu, ketika wajah yang ceria dan indah, kini mengguguk.
Mereka menangisi mayatmu dan berduka cita.
Dengan hati dan jantung yang berdegup kencang.
Tangis yang nyaring silih berganti.
Air mata berlinang deras tiada henti.
Di hari apakah, saat kita diam berdiri di hadapan Allah.
Saat terjadi perhitungan amal dan persaksian.
Di hari apakah kita nanti akan meniti di atas neraka.
Dalam keguncangan yang hebat dan maha dahsyat.
Di hari apakah kita nanti akan terbebas dari neraka, adzab dan belenggu.

Berapa… berapa banyak para raja yang kini menghuni kubur.
Berapa… berapa banyak para panglima perang yang kini terdiam di alam baka.
Berapa… berapa banyak ahli dunia terbujur di liang lahat.
Dan berapa banyak mereka yang zuhud kini membisu dtelan tanah.
Semuanya tenggelam dalam takdir kematian, tanpa dapat lagi keluar.

-Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Uraifi-

Mati dan Kematian

Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, “Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku.” (HR. Bukhari)

Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami)

Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

Seorang mayit dapat disiksa (kubur) disebabkan tangisan keluarganya. (Mashabih Assunnah)

Penjelasan:
Hal tersebut terjadi bila keluarganya menangisi mayit dengan berlebih-lebihan dan berteriak-teriak. Menangisi dengan wajar dari anggota keluarga yang ditinggalkan wafat sebenarnya dibolehkan dalam agama. Lalu kenapa si mayit yang harus menanggung akibatnya? Ini disebabkan karena sebelum wafatnya dia tidak pernah mengajarkan hal demikian.

Barangsiapa wafat pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at maka dia terpelihara dari fitnah (siksa) kubur. (Abu Ya’la)

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah.” Nabi Saw lalu bersabda: “Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)

Lihatlah Kuburmu!

Wahai diri… Lihatlah kuburmu yang tepat di depanmu. Ia melambai-lambai, senantiasa mengintai, menatap setiap tingkah polahmu.

Wahai diri yang sedang menelusuri lorong kehidupan. Pagi kau berjalan, siang kau berlari, sore kau istirahat, malam kau tidur, berputar-putar di permukaan bumi, terus-menerus, berulang-ulang hari demi hari, berburu saling berebut status, berkejaran antara waktu dan bayanganmu. Dimanakah kau kini berada? Dimanakah posisimu kini?

Selengkapnya…

Air Mata Rasulullah SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Selengkapnya…

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

Sumber : Kebun Hikmah