Keluh Kesah

Oleh: Aa’ Gym

Hidup di kota besar membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental. Macet di perjalanan dalam waktu-waktu tertentu adalah suatu permasalahan yang kadangkala sering kita hadapi. Tak heran bila untuk sebuah perjalanan, kalau kita tidak memakai strategi yang bagus, tidak memakai perencanaan yang matang, maka kemacetan akan benar-benar mencuri waktu begitu lama. Terkadang bisa berjam-jam di jalan. Kalau saja tidak berusaha untuk bening hati, sepertinya sepanjang jalan yang terjadi hanya dongkol dan marah-marah. “Aduh , kapan sampainya! Aduh, kok ini lama banget! Aduh, kok macet terus!” Mungkin ungkapannya seperti itu. Aduh dan aduh.
Jangan berkeluh kesah :)

Ada Apa Dengan Amarah?

Kayaknya udah banyak saya membahas tentang marah di blog ini, tapi sekali lagi dibahas gak apa-apa kan? :)

Manusia bila dilihat dari marahnya maka terbagi atas 4 kelompok atau golongan, yaitu:

  • Orang yang tidak mudah marah, tapi kalau ia marah, marahnya cepat hilang (sikap yang seperti ini adalah sikap yang sangat mulia)
  • Orang yang mudah marah, tapi kalau ia marah, marahnya cepat hilang (sikap seperti ini masih cukup baik)
  • Orang yang tidak mudah marah, tapi kalau ia marah, marahnya tidak cepat hilang (sikap seperti ini adalah suatu sikap yang kurang baik)
  • Orang yang mudah marah, tapi kalau ia marah, marahnya tidak cepat hilang (sikap seperti ini adalah sikap yang sangat buruk)

Kira-kira Anda termasuk golongan yang mana? :)
Ada Apa Dengan Amarah?

Silenzio Stampa

Silenzio Stampa, berasal dari bahasa Italia dan pertama kali muncul pada Piala Dunia 1982 di Spanyol. Kurang lebih artinya adalah mogok bicara pada pers (wartawan) karena pers salah atau tidak tepat dalam menggambarkan kondisi suatu tim atau klub, yang dapat merugikan tim atau klub tesebut.. sehingga akhirnya mereka memilih untuk tidak berbicara kepada pers.

Dalam hal ini saya ingin mengaitkan istilah dari negeri pizza itu dengan hadits Rasulullah saw. berikut ini,

Lanjutin bacanya..

Dendam

Oleh : Aa’ Gym

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai’iin, Saudaraku yang budiman, dendam merupakan buah dari hati yang terluka, tersakiti, teraniaya atau yang terambil haknya. Wujud dendam yang paling konkret adalah kemarahan. Sesorang meluapkan amarahnya karena tidak suka melihat orang yang dia benci mendapat kesenangan. Dia lebih suka melihat orang tersebut sengsara, melebihi dirinya.

Berbagai alasan memang tak jarang membuat seseorang tega melakukan balas dendam dengan keji. Ada karena merasa ditipu, iri dengki atau merasa disisihkan dapat membuat seseorang hatinya mendadak beku dan tak kenal ampun, yang ada dalam benaknya hanya satu yaitu “balas dendam”. Seperti itulah ketika hati seseorang sudah diliputi rasa dendam yang membara. Ia belum merasa puas kalau dendamnya belum tumpah terbalaskan..

Selengkapnya…

Marah? No Way!

Sejak 16 Maret yang lalu, pesta demokrasi di Indonesia di mulai. Salah bentuknya adalah kampanye partai politik (parpol). Salah satu efek atau dampak dari kampanye parpol yang dapat diprediksi adalah bertambah padat dan macetnya jalan-jalan di kota besar, termasuk Jakarta akibat para pendukung parpol yang turun ke jalan-jalan untuk berpawai.

Masalahnya, kondisi macet yang bikin stress ini seringkali membuat emosi gampang tersulut. Sumpah serapah akan keluar dengan mudahnya dari mulut para pengguna jalan. Marah-marah di jalanan sudah biasa? Tunggu dulu, simaklah hasil penelitian Janice E. Williams, seorang ahli penyakit dalam dari Universitas North of Carolina, Chapel Hill. Para pemarah di jalanan, ternyata beresiko tiga kali lipat lebih tinggi terkena serangan jantung, daripada mereka yang lebih bisa mengontrol emosinya.

Bagaimana bisa terjadi?

Selengkapnya…

Tips Mengatasi Amarah

Oleh : Ahmad Hadi Yasin

Syeikh Dr. Aidh Al-Qarni, dalam salah satu artikelnya yang berjudul “Hatta Takuna As’adin Nas” (Agar engkau menjadi orang yang paling bahagia), menuliskan tips menghadapi marah,

Jika engkau marah, maka coba diamlah, mohonlah perlindungan kepada ALLAH dari godaan setan, ubahlah posisimu. Kalau engkau sedang berdiri, maka duduklah, dan berwudhulah serta perbanyak zikir.

Jika kita lebih perjelas lagi dari kata-kata tersebut akan didapat tips menghilangkan marah sebagai berikut;

Selengkapnya…

Kelola Kemarahan

Menurut Aristoteles dalam The Nicomashean Etichs,

“Marah pada orang yan tepat, dengan kadar yg sesuai, pada waktu yg tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yg baik, bukanlah hal yang mudah.”

Demikian pula halnya dengan mengelola kemarahan. Kadangkala kemarahan atau kejengkelan kita pada orang lain sengaja kita tekan dengan harapan agar tidak merusak hubungan yang sudah terbina.

Namun apabila kemarahan dan kejengkelan yang ada terus menerus kita tumpuk, hal ini dapat berbalik membahayakan kita. Kemarahan ternyata dapat menjadi bumerang bagi kita. Kemarahan yang terkadang muncul dalam kehidupan kita harus dapat kita kelola dengan baik agar tidak merugikan kita. Ada sedikit “cara” bagi kita untuk mengelola kemarahan :

Selengkapnya…