ALLAH Maha Penyayang

ALLAH sungguh Maha Penyayang, orang yang melakukann dosa pun masih diberikan anugerah, antara lain: ALLAH tidak menutup jalan rezekinya; ALLAH tidak mencabut kesehatan yang diberikan kepadanya; ALLAH tidak memperlihatkan rahasia dosanya di depan umum; ALLAH tidak pula menyiksanya dengan segera di dunia (tapi ditangguhkan agar dia bertaubat).

Amal Baik Mengantarkan Ke Neraka

Dosa seorang hamba bisa membawanya ke surga, dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka.

Hal tersebut di atas bisa terjadi jika ketika seorang hamba berbuat dosa, setiap kali mengingatnya ia menangis, menyesal, hingga akhirnya beristighfar, tunduk kepada-NYA, berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut. Karena itu, ia akan mendapatkan rahmat-NYA dan masuk surga. Sebaliknya, ketika ia berbuat baik, kemudian bersikap riya’, sombong, ujub dan takjub atas pujian orang lain terhadapnya, maka ia akan mendapatkan kemurkaan ALLAH SWT dan akhirnya masuk neraka.

Tanda-tanda kebahagiaan adalah menjadikan perbuatan baik berada di belakang punggung dan perbuatan dosa berada di pelupuk mata. Sebaliknya, tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik di pelupuk mata dan perbuatan dosa di belakang punggung.
Wallahu a’lam..

Manusia, Makhluk Yang Lemah…

Manusia adalah makhluk yang lemah, adakalanya tanpa kita sadari kita sering berbuat khilaf dan dosa. Namun sebaik-baiknya orang yang berbuat dosa adalah yang selalu memohon ampunan atas segala dosa yang dilakukannya. Dan istighfar merupakan salah satu jalan untuk memohon ampunan-NYA

Hawa Nafsu Yang Mengikat

ALLAH SWT menitipkan hawa nafsu kepada setiap makhluk-NYA, termasuk manusia dan binatang. Perbedaannya adalah bahwa manusia diberikan akal oleh ALLAH untuk dapat mengendalikan hawa nafsunya. Karena itulah manusia merupakan makhluk yang derajatnya lebih tinggi daripada binatang. Tetapi pada kenyataannya ternyata gak sedikit manusia yang ternyata lebih rendah daripada binatang dalam memperturutkan hawa nafsunya. Hal ini terjadi karena akal yang seharusnya berfungsi mengendalikan hawa nafsu, namun pada prakteknya malah justru dikendalikan oleh hawa nafsu. Sekan-akan tugas dan fungsi akal hanyalah memikirkan bagaimana caranya untuk memuaskan hawa nafsu. Ini semua bisa terjadi karena gak adanya kendali agama. Padahal sudah jelas Rasulullah saw. sangat mengkhawatirkan apabila hawa nafsu diperturutkan dengan gak semestinya. Karena hawa nafsu yang diperturutkan dapat membinasakan manusia itu sendiri. Dan di dalam Al-Qur’an pun banyak sekali ayat-ayat yang memperingatkan manusia untuk gak mengikuti atau memperturutkan hawa nafsunya.

Silahkan dilanjut..

Neraka Dan Segala Isinya…

“Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

Wahai manusia yang durhaka dan senantiasa bergelimang dengan maksiat dan dosa, tidakkah kedahsyatan jahannam menggetarkan hatimu? ALLAH menyediakan bagi hamba-hamba-NYA yang ingkar lagi sombong. Ingatlah tatkala jahannam ditarik dengan 70.000 tali kekang dan setiap tali ditarik oleh 70.000 malaikat, saat itu orang-orang kafir dalam kehinaan, mereka berharap seandainya dapat menebus semua itu dengan emas sebesar dunia.

Sungguh besar kehinaan dan kecelakaan para penghuninya. Sungai neraka adalah darah dan nanah busuk yang menggelegak, minumannya adalah air yang mendidih, naungannya adalah awan hitam yang panas, anginnya adalah samum yang membawa hawa panas, makanannya adalah zaqqum yang jika setetesnya jatuh ke bumi, niscaya hancurlah dunia dan seisinya, bahan bakarnya adalah manusia dan batu api, panasnya membakar kulit hingga ke ulu hati, pakaiannya adalah baju ter yang membakar, kedalamannya sejauh batu yang diluncurkan selama 70 tahun. Suara neraka akan meraung geram kepada penghuninya. Mereka akan dibelenggu dengan rantai besi membara dan dipukul dengan palu godam, yang jika mengenai sebuah gunung niscaya gunung tesebut akan menjadi abu, wajah-wajah mereka diseret di atas bara api sedang tangan mereka terikat. Duhai… kecelakaan apalagi yang pedih besar dari itu semua. Ya ALLAH, sesungguhnya kami berlindung kepada-MU dari siksa Jahannam. Amiin…

Jika surga terletak di langit ke tujuh, maka sebagian salaf berkata neraka terletak di dasar bumi yang ke tujuh (begitu pendapat Ibnu Mas’ud dan lainnya). Namun para jumhur tawaqquf (berdiam diri) dalam masalah ini, dan inilah pendapat yang dipilih oleh As-Suyuthi dan Waliyullah Ad-Dahlawi.

Pemandangan Lain di Jahannam

Di Jahannam terdapat sebuah gunung api Shu’uda yang ALLAH memerintahkan orang kafir (Al-Walid bin Mughirah) untuk mendakinya.

Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. (QS. Al-Muddatstsir [74]: 17)

Menurut riwayat Imam Ahmad, setiap kali dia meletakkan tangannya di atas gunung tersebut, maka tangannya langsung meleleh. Dan ketika diangkat kembali seperti semula. Dia akan menghabiskan waktu selama 70 tahun untuk mendakinya, dan menuruninya selama 70 tahun juga.

Yang mau tau dahsyatnya neraka, silahkan dilanjut bacanya…

Meraih Ampunan dengan Tasbih, Tahmid dan Takbir

Abu Hurairah ra. menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda,

Siapa yang membaca “Subhaanallah” sebanyak 33 kali setiap selesai sholat fardhu, membaca “Alhamdulillah” sebanyak 33 kali, dan membaca “Allahu Akbar” sebanyak 33 kali, dan digenapkan menjadi seratus dengan membaca “Laa ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariikalahu Lahul Mulku Walahul Hamdu, Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai’in Qadiir”, niscaya akan diampuni seluruh dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
(HR. Muslim)