Muncukur Bulu Kemaluan (Istihdad)

Posted: 17/07/2009 in Kesehatan, Renungan, Tahukah Anda
Tags: , , , , ,

Oleh : Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

Istihdad adalah mencukur rambut kemaluan. Perbuatan ini diistilahkan istihdad karena mencukurnya dengan menggunakan hadid yaitu pisau cukur. (Ihkamul Ahkam fi Syarhi ‘Umdatil Ahkam, kitab Ath-Thaharah, bab fil Madzi wa Ghairihi).
Dalam hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari, hadits ‘Aisyah dan hadits Anas yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim, istihdad ini disebutkan dengan lafadz: حَلْقُ الْعَانَةِ (mencukur ‘anah). Pengertian ‘anah adalah rambut yang tumbuh di atas kemaluan dan sekitarnya.

Istihdad hukumnya sunnah, dasarnya adalah seperti yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra. Rasulullah bersabda,

Lima perkara termasuk fitrah; istihdad (mencukur bulu kemaluan), khitan, menggunting kumis, mencabut bulu ketiak dan menggunting kuku. (HR. Bukhari)

Tujuannya adalah untuk kebersihan. Dan istihdad ini juga disyariatkan bagi wanita, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits:

Pelan-pelanlah, jangan tergesa-gesa (untuk masuk ke rumah kalian) hingga kalian masuk di waktu malam –yakni waktu Isya’– agar para istri yang ditinggalkan sempat menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut dan sempat beristihdad (mencukur rambut kemaluan). (HR. Al-Bukhari no. 5245 dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:

Apabila engkau telah masuk ke negerimu (sepulang dari bepergian/safar) maka janganlah engkau masuk menemui istrimu hingga ia sempat beristihdad dan menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut. (HR. Al-Bukhari no. 5246)

Yang utama rambut kemaluan tersebut dicukur sampai habis tanpa menyisakannya. Dan dibolehkan mengguntingnya dengan alat gunting, dicabut, atau bisa juga dihilangkan dengan obat perontok rambut, karena yang menjadi tujuan adalah diperolehnya kebersihan. (Tharhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib 1/239, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab 1/342, Al-Mughni, kitab Ath-Thaharah, fashl Hukmul Istihdad)

Al-Imam Ahmad rahimahullahu ketika ditanya tentang boleh tidaknya menggunakan gunting untuk menghilangkan rambut kemaluan, beliau menjawab, “Aku berharap hal itu dibolehkan.” Namun ketika ditanya apakah boleh mencabutnya, beliau balik bertanya, “Apakah ada orang yang kuat menanggung sakitnya?” Abu Bakar ibnul ‘Arabi rahimahullahu berkata, “Rambut kemaluan ini merupakan rambut yang lebih utama untuk dihilangkan karena tebal, banyak dan kotoran bisa melekat padanya. Beda halnya dengan rambut ketiak.”

Waktu yang disenangi untuk melakukan istihdad adalah sesuai kebutuhan dengan melihat panjang pendeknya rambut yang ada di kemaluan tersebut. Kalau sudah panjang tentunya harus segera dipotong/dicukur. (Al-Minhaj 3/140, Fathul Bari 10/422, Al-Mughni, kitab Ath-Thaharah, fashl Hukmul Istihdad). Pendapat yang masyhur dari jumhur ulama menyatakan yang dicukur adalah rambut yang tumbuh di sekitar zakar laki-laki dan kemaluan wanita. (Tharhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib 1/239)

Adapun rambut yang tumbuh di sekitar dubur, terjadi perselisihan pendapat tentang boleh tidaknya mencukurnya. Ibnul ‘Arabi rahimahullahu mengatakan bahwa tidak disyariatkan mencukurnya, demikian pula yang dikatakan Al-Fakihi dalam Syarhul ‘Umdah. Namun tidak ada dalil yang menjadi sandaran bagi mereka yang melarang mencukur rambut yang tumbuh di dubur ini. Adapun Abu Syamah berpendapat, “Disunnahkan menghilangkan rambut dari qubul dan dubur. Bahkan menghilangkan rambut dari dubur lebih utama karena dikhawatirkan di rambut tersebut ada sesuatu dari kotoran yang menempel, sehingga tidak dapat dihilangkan oleh orang yang beristinja (cebok) kecuali dengan air dan tidak dapat dihilangkan dengan istijmar (bersuci dari najis dengan menggunakan batu).” Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu menguatkan pendapat Abu Syamah ini. (Fathul Bari, 10/422). Mencukur rambut kemaluan ini tidak boleh bahkan haram dilakukan oleh orang lain, terkecuali orang yang dibolehkan menyentuh dan memandang kemaluannya seperti suami dan istri. (Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab 1/342, Fathul Bari 10/423)

About these ads
Comments
  1. nh18 says:

    Kang …
    Ini pengetahuan baru bagi saya …

    Thanks ya Kang
    (dapet lagi ilmu baru nih …)

    Laki-laki Biasa : “Sama-sama Om.. senang bisa berbagi :)”

  2. nh18 says:

    OOT …
    Kang …
    Kira-kira MU jadi dateng ke Indonesia nggak ya …
    Aduh kalo nggak jadi dateng …
    Saya tau banget Kang Duddy pasti adalah orang-orang pertama yang kecewa nih …

    Laki-laki Biasa : “Gak jadi dateng Om.. ini ada pengumuman resmi dari situs-nya MU :

    17/07/2009 06:22, Report by Press Dept.

    Reds cancel Indonesia visit

    Following the explosions in Jakarta – one of which was at the hotel the team were due to stay in – and based on advice received, the Directors have informed the Indonesian FA that the Club cannot fulfil the fixture in Jakarta on the 2009 Asia tour.

    We are working on a revised itinerary outside Indonesia with the promoters, and will make a further announcement when these decisions have been made.

    We are deeply disappointed at not being able to visit Indonesia and thank the Indonesian FA and our fans for their support.

    Our thoughts go to all those affected by the blasts.

    :( :(

  3. nayla says:

    Assalamualaikum

    Salam Kenal, Jazakallah ya.. Tulisan/artikelnya bagus. Banyak pengetahuannya :)

    Laki-laki Biasa : “Wa’alaikumsalaam wr.wb.,
    Salam kenal juga Nayla.. alhamdulillah, semoga bermanfaat :)”

  4. Rindu says:

    gak tau musti komen apa :) gak pernah cukur sih, loh !!

    Laki-laki Biasa : “Hehehe.. :)”

  5. septarius says:

    Intinya menjaga kebersihan ya..

    Laki-laki Biasa : “An-nazhaafatu minal iimaan… kebersihan sebagian dari iman.”

  6. AKHMAD SUDRAJAT says:

    THX

    Laki-laki Biasa : “Sama-sama Kang Akhmad :)”

  7. anintadiary says:

    info yg sangat sangat berguna a…tau klo ini sunah, tp br tau hadist2 nya..

    nice post a…^__^

    Laki-laki Biasa : “Makasih de.. masih cape yah jalan2 ke Bekasi? :D”

  8. alamendah says:

    denger2 emang ada bulu2/rambut2 pada tubuh manusia yang kudu dicukur, dicabut maupun dipelihara. tapi ingetnya samar-samar. soalnya pas ustadz saya ceramah, saya ngantuk berat.
    So, baca ini jadi sedikit paham paling tidak salah satunya.

    Laki-laki Biasa : “Alhamdulillah bisa menambah sedikit pengetahuan Mas.. :)”

  9. OO GITU TOH

    Jarang di cukur neh saya

    Laki-laki Biasa : “Cukur deh kalo gitu.. hehehe…”

  10. Rachmat Harun says:

    makasih atas infonya…

    Laki-laki Biasa : “Sama-sama Mas Rachmat.. :)”

  11. tri says:

    makasih om ilmunya

    Laki-laki Biasa : “Sama-sama Mas/Mbak Tri :)”

  12. nopa eliyana says:

    trima kasih…

    cukurrr…cukurccc….

    Laki-laki Biasa: sama-sama :)

  13. ilyas says:

    tims atas infonya…

    Laki-laki Biasa: sama-sama Mas :)

  14. salafina sondang says:

    Alhamdullillah dengan membaca artikel/tulisan ni membuatku tahu tetang hukum dari istihdad yang selama ni membuatku bingung dengan hukumnya… Makasih ya mas…???

    Laki-laki Biasa: sama-sama mbak Santi, sekarang udah gak bingung lagi kan? :)

  15. deni says:

    …….bulu kemaluan istri sebaiknya jangan dicukur lebih baik panjangkan saja…….biar hubungan suami istrinya makin nikmat kan geli……ini menurut ana nikmat lho

  16. firman says:

    Intinya Fitrah

  17. purnama says:

    kalau tidak salah, jangan sampai dibiarkan lebih dari 40 hari, tapi hadits nya lupa

  18. sholahuddin says:

    alhamduillah, syukran ya mas. dengan begini aku tidak bingung lagi.

  19. Kalam says:

    Yg jwb harus ustad ya!,boleh ngak kalo mencukur/mencabuti bulu2 kemaluan yg sedikit dan tidak panjang!

  20. Kalam says:

    Kalo sedikit boleh ngak di cabuti/dicukur(bulu kemaluannya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s