Oleh : Aa’ Gym
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai’iin, Saudaraku yang budiman, dendam merupakan buah dari hati yang terluka, tersakiti, teraniaya atau yang terambil haknya. Wujud dendam yang paling konkret adalah kemarahan. Sesorang meluapkan amarahnya karena tidak suka melihat orang yang dia benci mendapat kesenangan. Dia lebih suka melihat orang tersebut sengsara, melebihi dirinya.
Berbagai alasan memang tak jarang membuat seseorang tega melakukan balas dendam dengan keji. Ada karena merasa ditipu, iri dengki atau merasa disisihkan dapat membuat seseorang hatinya mendadak beku dan tak kenal ampun, yang ada dalam benaknya hanya satu yaitu “balas dendam”. Seperti itulah ketika hati seseorang sudah diliputi rasa dendam yang membara. Ia belum merasa puas kalau dendamnya belum tumpah terbalaskan..
Mungkin sudah merupakan sifat lumrah manusia, manakala hatinya disakiti, dia akan menyimpan rasa sakit hati yang berujung pada rasa dendam, tapi bukan berarti kita harus balas dendam setiapkali disakiti atau dizalimi. Malah sebaliknya, jika kita dizalimi maka do’akan orang yang menzalimi itu agar bertaubat dan menjadi orang yang shaleh.
Bukankah orang yang teraniaya itu mustajab dan peluang do’anya akan dikabulkan oleh Allah terbuka lebar. Memang pahit rasanya mendo’akan kebaikan untuk orang yang menyakiti kita, tetapi akan lebih pahit lagi jika orang itu tidak berubah lebih baik lagi.
Ada formula sebuah kemuliaan yang telah dituntunkan oleh Allah “Idfa billahi hiya ahsan” (balaslah sikap buruk orang lain dengan dengan sikap yang lebih baik, ahsan).
Dan ternyata sikap ahsan itu dapat merubah permusuhan menjadi persahabatan. Bagaimana orang lain akan menerima kita, jika ia hanya disuguhi kemarahan dan kebencian kita? Kita jangan memimpikan orang lain akan berbuat baik terhadap kita, namun kitalah yang harus memulainya.
Saudaraku, untuk mencapai derajat ahsan memang tidak mudah. Tapi kita bisa belajar sejak sekarang dengan selalu bersikap baik, tanpa menghitung untung rugi dari setiap kebaikan yang kita perbuat. Syaratnya, kita harus mempunyai kesabaran dan tetap mengharap karunia dari Allah Swt. Biarlah Allah yang akan membalas segala amalan baik yang kita lakukan. Adapun tentang amalan buruk orang lain, marilah semua itu kita sikapi dengan hati yang bening dan lapang. Wallahu’alam




Subhanallah a…
derajat Ahsan mgkn belum bisa aku capai a…
tp ketika hati terlalu sakit, Alhamdulillah, Allah mencegahku dr mendoakan yg buruk…aku ganti dgn doa yg baik utk diri sendiri…*hmm..msh egois ya a*
semoga iman bs terus bertambah ya a..pgn bs Ahsan…
Semoga bisa menjadi ahsan…ajari saya juga ya Aa…
malam AA
pa cabar/
mudah mudahan aa tak pernah dendam ya…….apalagi sareng blue.
salam hangat selalu
like banget dech postingannya
main ke gardu blue again aa
Baca tulisan ini sambil ngebayangin Dudy ceramah pake logat sunda hehe..
Salam kenal A’
Rasa dendam emang sudah terlahir ada pada diri kita. dan yang terpenting bagi kita bagaimana rasa dendam itu bisa kita alihkan untuk bisa merubah menjadi kebaikan.jangan sampai dendam itu berlarut-larut yang akan mengikis amal kebaikan kita.
malam minggu nanti sok aa boleh dendam sama sang waktu agar bisa lebih lama ngadatenya hehhe.
salam hangat selalu
met berakhir pekan AA
Laki-laki Biasa : “Hehehe.. logat saya gak Sunda koq
hehe..iya gt a? xixixixixi
pagi Aa.
semangat yuk ach!
salam hangat selalu
pa cabar?
smoga tausiyah bisa menginspirasi byk org tuk ga dendam…
jagalah hati… *aa gym mode on*
Salam kenal…
Duh, semua emang sudah diatur-Nya ya… Hari ini hati lagi merasa disakiti oleh seseorang, ternyata pas ‘jalan-jalan’ sampe ke postingan blog ini… Alhamdulillah jadi bahan renungan untuk bersabar…
Jazakallah Khair…
hilangkan dendam ya A’….ganti dengan persahabatan…yuuk
aku punya amarah, tapi aku belajar untuk tidak dendam jadi, biarlah itu semua hilang di telan masa.
dan yang terpenting adalah Tasamuh .oke
Salam ukuwah selalu