<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan pada: Mengungkap Rahasia Kematian</title>
	<atom:link href="http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/</link>
	<description>kumpulan berbagai macam artikel, renungan dan kata-kata bijak</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 08:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Sahabat</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1732</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 05:53:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1732</guid>
		<description>Dear Laki-laki Biasa 

&quot;Begitu banyak dalil2 tentang Neraka di Al-Qur’an. Apakah Mas Suryo bisa memberikan dalil bahwa ALLAH tidak pernah menciptakan neraka?&quot;

Memahaminya bukan tekstual tapi apa yang tersirat, bahwa &quot;alam kematian&quot; yang tidak terjangkau rasionalitas harus divisualkan secara jelas, namun visualisasi tidak ada keseragaman. seperti halnya makanan yang pedas, manis, asin. Ukuran rasa manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. 

contoh:
&quot;ALLAH tidak menzhalimi umat-NYA, tetapi umat-NYA lah yg menzhalimi diri sendiri (lihat surat Ar-Ruum: 30). Menurut saya perbuatan dari setiap manusia itulah yg menghukum dirinya sendiri. Karena sekecil apapun kebaikan dan kejahatan yg dilakukan umat manusia akan ada balasannya (lihat surat Al-Zalzalah: 7-8). Nikmat (surga) dan hukuman (neraka) adalah konsekuensi atau imbalan tertinggi dari setiap perbuatan manusia di muka bumi.&quot;

Visualisasi / gambaran bahwa manusia tidak ada pilihan lain kecuali berbuat baik.
Saya tidak akan melihat hukumannya, tapi yang saya lihat adalah akibat dari pebuatan yang selaras dengan kehendak Tuhan.
Kalau saya memikirkan hukuman dari Tuhan dan neraka, saya akan mengingkari Tuhan yang maha baik. yang maha bijaksana, The Oneness of  God.

Yang saya pikirkan bagaimana saya terlibat dalam kebahagiaan bersama dengan orang lain yang ikut bahagia karena aku bahagia.
Karena kebahagiaan bukan soal kompetisi ada yang menang dan yang kalah.

Maaf Mas, aku bukan Muslim, aku katolik abangan (ktp doang).
Konteks surga neraka / nirvana karma/ reinkarnanasi dan apapun analisa tentang alam kematian aku memandangnya bukan secara &quot;leterlek / tekstual&quot; tapi sesuatu pemahaman yang sedikit nyleneh. Aku bukan pula pemaham &quot;New Age&quot;.

Have positive days...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Laki-laki Biasa </p>
<p>&#8220;Begitu banyak dalil2 tentang Neraka di Al-Qur’an. Apakah Mas Suryo bisa memberikan dalil bahwa ALLAH tidak pernah menciptakan neraka?&#8221;</p>
<p>Memahaminya bukan tekstual tapi apa yang tersirat, bahwa &#8220;alam kematian&#8221; yang tidak terjangkau rasionalitas harus divisualkan secara jelas, namun visualisasi tidak ada keseragaman. seperti halnya makanan yang pedas, manis, asin. Ukuran rasa manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. </p>
<p>contoh:<br />
&#8220;ALLAH tidak menzhalimi umat-NYA, tetapi umat-NYA lah yg menzhalimi diri sendiri (lihat surat Ar-Ruum: 30). Menurut saya perbuatan dari setiap manusia itulah yg menghukum dirinya sendiri. Karena sekecil apapun kebaikan dan kejahatan yg dilakukan umat manusia akan ada balasannya (lihat surat Al-Zalzalah: 7-8). Nikmat (surga) dan hukuman (neraka) adalah konsekuensi atau imbalan tertinggi dari setiap perbuatan manusia di muka bumi.&#8221;</p>
<p>Visualisasi / gambaran bahwa manusia tidak ada pilihan lain kecuali berbuat baik.<br />
Saya tidak akan melihat hukumannya, tapi yang saya lihat adalah akibat dari pebuatan yang selaras dengan kehendak Tuhan.<br />
Kalau saya memikirkan hukuman dari Tuhan dan neraka, saya akan mengingkari Tuhan yang maha baik. yang maha bijaksana, The Oneness of  God.</p>
<p>Yang saya pikirkan bagaimana saya terlibat dalam kebahagiaan bersama dengan orang lain yang ikut bahagia karena aku bahagia.<br />
Karena kebahagiaan bukan soal kompetisi ada yang menang dan yang kalah.</p>
<p>Maaf Mas, aku bukan Muslim, aku katolik abangan (ktp doang).<br />
Konteks surga neraka / nirvana karma/ reinkarnanasi dan apapun analisa tentang alam kematian aku memandangnya bukan secara &#8220;leterlek / tekstual&#8221; tapi sesuatu pemahaman yang sedikit nyleneh. Aku bukan pula pemaham &#8220;New Age&#8221;.</p>
<p>Have positive days&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sahabat</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1728</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 01:43:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1728</guid>
		<description>Dear Laki-laki  Biasa yang luar biasa.

Kelahiran kita adalah awal dari proses kematian. Bahwa yang lahir pasti menuju mati. 

Ketakutan, kekhawtiran, kecemasan, dan lain-lain yang berlebihan adalah &quot;racun&quot; jiwa kita. Kalau jiwa kita sudah keracunan maka jiwa jadi tidak sehat.

Kematian adalah hal yang biasa, tidak usah dilebih-lebihkan.
Soal seperti apa nanti pada saat kita mati tidak perlu dipikirkian, apalagi dengan sudut pandang &quot;racun&quot; (takut,ngeri, cemas, khawatir dll).

Tuhan tidak pernah menciptakan neraka. Rasional manusia lah yang menciptakan neraka bagi manusia. Tuhan hanya memiliki Surga, Kalau kita di panggil olehNya, artinya kita dipersilakan masuk kedalam &quot;rumah&quot;Nya yaitu Surga.

Hanya manusia yang banyak berlaku &quot;jelek&quot;lah yang berpikir tentang neraka.
Semua tergantung dari dalam jiwa kita masing-masing, bagaimana merefkleksikan apa yang kita dengar, lihat, raba... (termasuk membaca, menonton, mendengar ceramah, dll) Kalau jiwa penuh dengan racun maka yang ada di luar kita akan jadi racun.

Jernihkan jiwa kita

Bahwa Allah Maha Baik, tidak pernah menguhukum manusia, bahwa pikiran manusia itu sendiri yang menghukum manusia.

Lupakan apa yang namanya &quot;pahala&quot; sebagai hasil kalkulasi. Tuhan sangat sempurna dalam memberikan &quot;pahala&quot; tanpa melalui proses kalkulasi, seperti manusia.

Berpikir positif akan membentuk rasa positif, rasa positif itu akan memberikan nilai positif yang akan membuang racun dalam jiwa kita.

Be happy,
Pada saat manusia berbahagia dan memancarkan frekwensi kebahagiaan bagi orang lain, manusia itu sudah mendapatkan surganya meski masih hidup.
Menyusahkan, dan membuat orang lain menderita, tanpa matipun orang itu sudah mendapatkan nerakanya.


Be Positif.



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Orang yang beriman perlu merasa takut, cemas dan khawatir jika tidak mampu mengisi hidupnya dengan amal baik. Karena ia tahu konsekuensi dari amal baik dan amal jahat yang dilakukannya.

Kematian memang hal biasa yg terjadi pada semua makhluk yg bernafas. Cuma, sebagai manusia yang (insya ALLAH) beriman.. kita harus mempersiapkan diri agar kematian kita nanti dalam keadaan husnul khotimah. Itulah yang harus dipikirkan, bagaimana &quot;membuat&quot; kematian kita dalam keadaan husnul khotimah. 

Begitu banyak dalil2 tentang Neraka di Al-Qur&#039;an. Apakah Mas Suryo bisa memberikan dalil bahwa ALLAH tidak pernah menciptakan neraka?

ALLAH tidak menzhalimi umat-NYA, tetapi umat-NYA lah yg menzhalimi diri sendiri (lihat surat Ar-Ruum: 30). Menurut saya perbuatan dari setiap manusia itulah yg menghukum dirinya sendiri. Karena sekecil apapun kebaikan dan kejahatan yg dilakukan umat manusia akan ada balasannya (lihat surat Al-Zalzalah: 7-8). Nikmat (surga) dan hukuman (neraka) adalah konsekuensi atau imbalan tertinggi dari setiap perbuatan manusia di muka bumi. 

Terima kasih sudah mampir Mas :) &quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Laki-laki  Biasa yang luar biasa.</p>
<p>Kelahiran kita adalah awal dari proses kematian. Bahwa yang lahir pasti menuju mati. </p>
<p>Ketakutan, kekhawtiran, kecemasan, dan lain-lain yang berlebihan adalah &#8220;racun&#8221; jiwa kita. Kalau jiwa kita sudah keracunan maka jiwa jadi tidak sehat.</p>
<p>Kematian adalah hal yang biasa, tidak usah dilebih-lebihkan.<br />
Soal seperti apa nanti pada saat kita mati tidak perlu dipikirkian, apalagi dengan sudut pandang &#8220;racun&#8221; (takut,ngeri, cemas, khawatir dll).</p>
<p>Tuhan tidak pernah menciptakan neraka. Rasional manusia lah yang menciptakan neraka bagi manusia. Tuhan hanya memiliki Surga, Kalau kita di panggil olehNya, artinya kita dipersilakan masuk kedalam &#8220;rumah&#8221;Nya yaitu Surga.</p>
<p>Hanya manusia yang banyak berlaku &#8220;jelek&#8221;lah yang berpikir tentang neraka.<br />
Semua tergantung dari dalam jiwa kita masing-masing, bagaimana merefkleksikan apa yang kita dengar, lihat, raba&#8230; (termasuk membaca, menonton, mendengar ceramah, dll) Kalau jiwa penuh dengan racun maka yang ada di luar kita akan jadi racun.</p>
<p>Jernihkan jiwa kita</p>
<p>Bahwa Allah Maha Baik, tidak pernah menguhukum manusia, bahwa pikiran manusia itu sendiri yang menghukum manusia.</p>
<p>Lupakan apa yang namanya &#8220;pahala&#8221; sebagai hasil kalkulasi. Tuhan sangat sempurna dalam memberikan &#8220;pahala&#8221; tanpa melalui proses kalkulasi, seperti manusia.</p>
<p>Berpikir positif akan membentuk rasa positif, rasa positif itu akan memberikan nilai positif yang akan membuang racun dalam jiwa kita.</p>
<p>Be happy,<br />
Pada saat manusia berbahagia dan memancarkan frekwensi kebahagiaan bagi orang lain, manusia itu sudah mendapatkan surganya meski masih hidup.<br />
Menyusahkan, dan membuat orang lain menderita, tanpa matipun orang itu sudah mendapatkan nerakanya.</p>
<p>Be Positif.</p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Orang yang beriman perlu merasa takut, cemas dan khawatir jika tidak mampu mengisi hidupnya dengan amal baik. Karena ia tahu konsekuensi dari amal baik dan amal jahat yang dilakukannya.</p>
<p>Kematian memang hal biasa yg terjadi pada semua makhluk yg bernafas. Cuma, sebagai manusia yang (insya ALLAH) beriman.. kita harus mempersiapkan diri agar kematian kita nanti dalam keadaan husnul khotimah. Itulah yang harus dipikirkan, bagaimana &#8220;membuat&#8221; kematian kita dalam keadaan husnul khotimah. </p>
<p>Begitu banyak dalil2 tentang Neraka di Al-Qur&#8217;an. Apakah Mas Suryo bisa memberikan dalil bahwa ALLAH tidak pernah menciptakan neraka?</p>
<p>ALLAH tidak menzhalimi umat-NYA, tetapi umat-NYA lah yg menzhalimi diri sendiri (lihat surat Ar-Ruum: 30). Menurut saya perbuatan dari setiap manusia itulah yg menghukum dirinya sendiri. Karena sekecil apapun kebaikan dan kejahatan yg dilakukan umat manusia akan ada balasannya (lihat surat Al-Zalzalah: 7-8). Nikmat (surga) dan hukuman (neraka) adalah konsekuensi atau imbalan tertinggi dari setiap perbuatan manusia di muka bumi. </p>
<p>Terima kasih sudah mampir Mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: unduk</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1232</link>
		<dc:creator>unduk</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 01:17:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1232</guid>
		<description>semoga kita semua diberikan khusnul khatimah



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Amin yaa ALLAH..&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga kita semua diberikan khusnul khatimah</p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Amin yaa ALLAH..&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anintadiary</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1193</link>
		<dc:creator>anintadiary</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 06:29:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1193</guid>
		<description>Allahumma hawwin &#039;alaina fii sakarotul maut...

Allahumma baarikli fil maut wa fiima ba&#039;dal maut...

aamiin Ya robb :(



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Amin yaa rabb al-&#039;alamin..&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allahumma hawwin &#8216;alaina fii sakarotul maut&#8230;</p>
<p>Allahumma baarikli fil maut wa fiima ba&#8217;dal maut&#8230;</p>
<p>aamiin Ya robb <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Amin yaa rabb al-&#8217;alamin..&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mas8nur</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1186</link>
		<dc:creator>mas8nur</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 19:14:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1186</guid>
		<description>Jadi ingat kisah wafatnya Rasulullah SAW di blognya Siti Fatimah Ahmad, ingat juga pada almarhum Ibuku. Aku merinding tapi pasrah saja. Biarlah Allah berkehendak. Kita tak kuasa kecuali berdoa.



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Iya Mas Nur, kita yg ditinggalkan hanya bisa berdoa untuk almarhum/almarhumah dan juga untuk diri kita sendiri.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi ingat kisah wafatnya Rasulullah SAW di blognya Siti Fatimah Ahmad, ingat juga pada almarhum Ibuku. Aku merinding tapi pasrah saja. Biarlah Allah berkehendak. Kita tak kuasa kecuali berdoa.</p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Iya Mas Nur, kita yg ditinggalkan hanya bisa berdoa untuk almarhum/almarhumah dan juga untuk diri kita sendiri.&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: diajeng</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1183</link>
		<dc:creator>diajeng</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 04:43:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1183</guid>
		<description>makasih yah sudah kirim message.. cuman pemilik kebun lagi pulkam mas... saya sih hanya tukang kebun :)



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Message apa yah? Btw, kenapa komennya gak pake ID sendiri Mas?&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih yah sudah kirim message.. cuman pemilik kebun lagi pulkam mas&#8230; saya sih hanya tukang kebun <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Message apa yah? Btw, kenapa komennya gak pake ID sendiri Mas?&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: diajeng</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1182</link>
		<dc:creator>diajeng</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 04:41:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1182</guid>
		<description>aku tertegun membacanya, semoga ketika ,hendak menghadap-Nya, kita diberikan husnul khotimah, mampu melafadzkan kalimat thoyyibah.. semoga ^_^

*penunggu kebun mawar*



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Amin yaa Rabb al-&#039;alamin...&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku tertegun membacanya, semoga ketika ,hendak menghadap-Nya, kita diberikan husnul khotimah, mampu melafadzkan kalimat thoyyibah.. semoga ^_^</p>
<p>*penunggu kebun mawar*</p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Amin yaa Rabb al-&#8217;alamin&#8230;&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Harsa</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1181</link>
		<dc:creator>Harsa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 16:03:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1181</guid>
		<description>Semoga saya dapat menjadikan niat saya untuk berbuat baik dalam tindakan ketika nafas masih terhela, agar dapat meringankan beban ketika harus menghadapi kematian nanti. Dan jika kematian itu hadir menjemput dalam waktu sakratul maut, semoga saya sudah dalam keadaan khusnul khotimah....

terima kasih sudah berbagi...



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Amin yaa Rabb al-&#039;alamin...
Sama-sama...&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga saya dapat menjadikan niat saya untuk berbuat baik dalam tindakan ketika nafas masih terhela, agar dapat meringankan beban ketika harus menghadapi kematian nanti. Dan jika kematian itu hadir menjemput dalam waktu sakratul maut, semoga saya sudah dalam keadaan khusnul khotimah&#8230;.</p>
<p>terima kasih sudah berbagi&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Amin yaa Rabb al-&#8217;alamin&#8230;<br />
Sama-sama&#8230;&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deeedeee</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1180</link>
		<dc:creator>deeedeee</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 12:56:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1180</guid>
		<description>smoga saya mendapat hakikat kemuliaan ketika ajal menjemput...
dan bisa mati dalam keadaan khusnul khotimah.. aamiin



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Amin yaa Rabb al-&#039;alamin Deee, semoga ALLAH mengijabah do&#039;a kamu yah.. amin.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>smoga saya mendapat hakikat kemuliaan ketika ajal menjemput&#8230;<br />
dan bisa mati dalam keadaan khusnul khotimah.. aamiin</p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Amin yaa Rabb al-&#8217;alamin Deee, semoga ALLAH mengijabah do&#8217;a kamu yah.. amin.&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ierone</title>
		<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/04/24/mengungkap-rahasia-kematian/#comment-1177</link>
		<dc:creator>ierone</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 09:38:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dheryudi.wordpress.com/?p=1648#comment-1177</guid>
		<description>wah, takut juga kalau pas mau sakaratul maut, kita malah jadi menyimpang.

semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah.

amin...



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Laki-laki Biasa&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;&quot;Amin yaa Rabb al-&#039;alamin...&quot;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, takut juga kalau pas mau sakaratul maut, kita malah jadi menyimpang.</p>
<p>semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah.</p>
<p>amin&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Laki-laki Biasa</strong> : <em>&#8220;Amin yaa Rabb al-&#8217;alamin&#8230;&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
