Kaca Mata

Posted: 28/12/2008 in Tahukah Anda
Tags: ,

kaca-mata

Bagi sebagian orang yang mengalami gangguan pada penglihatannya akan membutuhkan kacamata sebagai alat untuk bantunya. Ukuran lensa kacamata akan disesuaikan dengan kebutuhan si pemakainya. Namun kacamata kini bukan saja untuk membantu pengelihatan, bahkan sudah menjadi tren untuk mempercantik diri. Tapi tahukah Anda ternyata kacamata tercipta dan mengalami banyak perkembangan dari usaha manusia untuk memperbaiki pengelihatannya?

Pada zaman pra sejarah, sudah dikenal dengan kelainan presbyopia (mata plus) di kalangan pemburu. Namun karena tidak memahaminya sering kali mereka mencari kesembuhan dari dunia supranatural. Upaya-upaya untuk mengatasi gangguan pengelihatan karena mata minus, plus, atau silinder mulai ada sebelum tahun 800 SM seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yunani dimana mereka menggunakan bola kaca yang diisi air dan diletakkan di atas obyek yang akan dilihat. Kemudian Kaisar Nero, Romawi menggunakan cincin emerland untuk membantu memulihkan pengelihatannya.

Pada tahun 1000-an mulai muncul kaca pembesar yang disebut dengan batu pembaca dan mulai dikenal di kawasan Eropa. Batu pembaca berbentuk bola kaca yang diletakkan di atas obyek yang akan dilihat. Barulah kacamata baca yang sesungguhnya ditemukan oleh pendeta dan ilmuwan Inggris, Roger Bacon pada tahun 1268. Kemudian pada tahun 1275, seorang petualang asal Italia, Marcopolo menemukan kacamata yang digantungkan di atas telinga yang digunakan oleh orang-orang China.

Kacamata mulai menjadi simbol kebangsawanan pada tahun 1700 dimana hal ini berawal dari Raja Philip V dan permaisuri beserta 500 pengawal wanitanya yang menggunakan kacamata dari kulit penyu. Saat itu, kacamata pun menjadi mode di kalangan orang-orang menengah atas di Spanyol. Tahun 1790, kaca mulai digunakan sebagai lensa kemudian juga mulai ada banyak disain frame kacamata. Lensa trifocal untuk melihat dekat, menengah, dan jauh ditemukan oleh John Issac Hawkins pada tahun 1826.

Kini kita mengenal banyak kacamata ada kacamata untuk melihat jarak jauh, jarak dekat maupun keduanya. Bahkan banyak kacamata yang lensanya tidak memiliki ukuran tertentu alias hanya untuk mempercantik diri.

Sumber : Andrie Wongso
Gambar : http://mave.wordpress.com

About these ads
Comments
  1. ernalilis says:

    Aku sebenarnya sudah minus sejak S1, tapi karena ringan maka tetap saja nggak mau pakai kacamata.. Dua tahun lalu aku migrain, aku periksa dan ternyata mataku astigmatisme..Yah.. mau tidak mau harus jadinya.. kalau nggak ya migrain terus…

    Jadilah aku kelompok manusia dengan ciri berkacamata…

    Laki-laki Biasa : Kalo gitu kita satu kelompok donk Mbak Erna :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s