Jodoh Dalam Pandangan Islam

Posted: 09/06/2008 in Pernikahan
Tags:

Jodoh Dalam Pandangan Islam
Oleh : Ustz. Herlini Amran, MA

Allah swt berfirman dalam QS : Ar Ruum : 21 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Sudah menjadi sunatullah bahwa Allah menciptakan semua makhluknya berpasang-pasangan dan semua manusia pasti ada jodohnya tergantung ikhtiar dari manusia itu sendiri ataupun takdir Allah. Karena setiap takdir itu ada yang mutlak (sudah menjadi ketentuan Allah), kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya dan satu lagi adalah takdir ikhtiari yaitu takdir yang memang bisa diperoleh dengan jalan ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh.

Ikhtiar yang bisa dilakukan oleh seorang Muslimah dalam mencari jodoh :

1. Berdo’a kepada Allah agar diberikan jodoh yang baik, misalnya dengan shalat hajat.

Allah telah berjanji dalam firmannya bahwa Muslim yang baik akan mendapatkan Muslimah yang baik dan laki-laki yang buruk akan mendapatkan wanita yang buruk pula, maka tugas seorang muslimah adalah berusaha untuk menjadi Muslimah yang baik, berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdo’a kepada Allah agar mendapatkan jodoh yang baik dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam ”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…..” (QS : An Nuur : 26)

2. Meminta kepada orang tua/wali untuk dicarikan jodoh yang baik

Dalam Islam sebenarnya masalah jodoh bagi muslimah bukanlah menjadi tanggung jawab diri sendiri tetapi menjadi tanggung jawab orang tua ataupun wali. Bahkan pada masa Rasulullah saw, pemerintah bertanggungjawab untuk mencarikan jodoh bagi muslim dan muslimah pada masanya. Sehingga seorang muslimah tidak perlu mencari sendiri jodoh untuk dirinya. Pendekatan/khalwat yang dilakukan sebelum ikatan pernikahan dengan alasan untuk saling mengenal antara keduanya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bahkan pendekatan ini tidak selalu menjamin menjadi rumah tangga yang langgeng karena biasanya pendekatan yang dilakukan sebelum pernikahan lebih mengedepankan sisi subjektivitas antara keduanya.

3. Melalui mediator misalnya teman, saudara atau orang lain yang dapat dipercaya

”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. .. .” ( An Nuur : 32-33)

4. Mencari sendiri dengan syarat tidak boleh langsung tetapi bersama pihak ketiga

Rasulullah saw pernah memberikan kriteria untuk menentukan pilihan pasangan hidup bagi seorang muslim/ah yang apabila dilaksanakan insya Allah rumah tangga Sakinah mawaadah warahmah akan dirasakan, Amin… ”Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agama nya dan akhlak nya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad) -> untuk muslimah ”Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaan nya, karena kedudukan nya, karena kecantikan nya, dan karena agama nya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu . ” (HR. Muslim) -> untuk muslim

5. Jangan putus asa

Jodoh adalah masalah ghoib yang menjadi rahasia Allah, sebagai manusia hanya bisa berikhtiar dan berdo’a. Bagi muslimah yang belum mendapatkan jodoh jangan berputus asa, tetaplah berikhtiar dan berdo’a. Sudah menjadi janji Allah bahwa semua makhluknya akan berpasang-pasangan. Hanya Allah yang maha tahu kapan waktu yang tepat untuk jodoh kita masing-masing. Wallahu’alam bishowwab…

About these ads
Comments
  1. syifa says:

    Terkadang laki-laki terlalu egois, dia tidak bisa menerima jika wanita yang mencintainya memiliki status sosial dan kondisi finansial yang lebih tinggi. Dia rela kehilangan orang yang sebenarnya dia cintai daripada harus kehilangan harga dirinya. Keegoisan itu sebenarnya tidak akan menghasilkan apa-apa, kekecewaan bagi kedua pihaklah pada akhirnya.
    Sesungguhnya tidak setiap perempuan yang lemah akan menghargai suaminya, dan tidak setiap perempuan yang tangguh akan meremehkan suaminya. Wahai laki-laki buanglah segala keegoisan itu. Percayalah cinta dan kasih sayang akan membuat wanita manapun mampu menghormati suaminya dengan baik.

    Laki-laki Biasa : “Mungkin masalahnya ada di komunikasi kali Mbak.. Mungkin perlu lebih detail lagi kedua belah pihak menyampaikan visi dan misi dalam berumahtangga. Jadi tidak hanya sekedar menikah aja, dan saat terlihat perbedaan..salah satu pihak seperti terkesan menghindarinya.”

  2. rini says:

    Betul syifa,
    saya pun beberapa kali mengalami hal tersebut. sy bosan dengan alasan klise bahwa mereka merasa rendah diri, merasa takut tidak mampu membahagiakan. alaaaahh…. bohong itu semua, sy lebih tau apa yang dapat membuat saya bahagia. Mereka hanya takut pada diri sendiri, tidak percaya diri, egois.
    Toh, pernikahan itu bukan semata-mata tanggungjawab laki-laki saja. rumah tangga akan sempurna jika kita saling mendukung. dengan kondisi ekonomi saat ini, bukankah lebih baik klo wanita memiliki peran lebih sesuai dengan kemampuan mereka.

    Laki-laki Biasa : “Setuju Mbak, menjalankan roda pernikahan bukan hanya tanggung jawab laki-laki aja, tapi juga perempuan. Jadi kedua belah pihak saling mendukung agar roda pernikahan tsb tetap dan selalu berputar.
    IMO, sepanjang tidak melupakan kewajiban dan kodratnya sebagai perempuan dan istri juga ibu, tidak ada yang melarang kaum perempuan untuk bekerja di luar rumah.”

  3. DIAJENG says:

    Melalui mediator….uhm….(*nyari mediator aaah…) :)

    Laki-laki Biasa : “Mau ditemenin nyari mediator-nya Diajeng? :)

  4. nafisa says:

    assalamualaikum….

    mohon sarannya..

    saya mempunyai seorang sahabat, selama ini dy telah banyak berkorban buat saya, dan saya pun telah mengetahui bahwa dy bersungguh2 menyukai saya dan dypun berniat untuk melamar saya,, tapi karena kami baru saja mahasiswa semester 2, saya merasa belum siap untuk kejenjang yang lebih jauh,

    akhirnya sahabat saya meminta saya menunggu sampai saya dan dy mempunyai pekerjaan.

    saya bingung harus berbuat apa,, 1 tahun saya rasa waktu yang cukup lama apa lagi harus menunggu sampai kurang lebih 5 tahun, saya cemas dan takut,kalau dalam waktu yang cukup lama tersebut perasaan saya akan berubah..

    menurut ustad apa yang harus saya lakukan?? terima kasih

    Laki-laki Biasa : “Wa’alaikumsalaam wr.wb.,
    Pertama-tama.. terima kasih sudah mampir ke blog saya, trus.. saya juga bukan ustad, saya hanya orang biasa yg juga sedang sama2 belajar.

    Menurut saya kalo memang mbak Nafisa dan pasangan sdh yakin, sudah istikhoroh, dsb… mbak dan pasangan mbak menikah saja, ini untuk meminimalisir dosa2 yang mungkin mbak dan pasangan mbak lakukan (naudzubillah). Soal rezeki kan sudah diatur oleh Yang Maha Pemberi Rezeki. Insya ALLAH dengan menikah, masing2 jadi lebih bertanggung jawab.. terutama pihak laki-2, akan lebih bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga. Insya ALLAH setelah menikah rezeki mbak dan pasangan lebih lancar.

    Tapi ini butuh komitmen yg kuat dari kedua belah pihak, ngga hanya kedua pasangan tapi juga kedua orang tua. Karena menikah itu bukan hanya menyatukan 2 orang tapi juga 2 keluarga.
    Ini juga perlu mbak bicarakan dengan keluarga, mungkin ada masukan yg lebih bagus dari pihak keluarga.
    Terutama dari pihak keluarga mbak sendiri. Apakah orang tua Mbak Nafisa ikhlas menikahkan anaknya dengan seseorang yg belum bisa menafkahi secara lahir (belum bekerja), karena nafkah dari suami adalah hak istri.

    Semoga sukses Mbak Nafisa.”

  5. assyifa nuzula says:

    assalamualaikum,,,

    mohon sarannya ……

    aku bingung untuk menentukan mana laki- laki yang dapat menjadi imam ku baik di dunia maupun di akhirat..
    sungguh pekerjaan yang terlalu sulit bagi aku yang memang belum mempunyai banyak ilmu untuk memahami arti dari jodoh sebagaimana telah dijanjikan oleh allah dalam firmannya…
    Saat ini, aku hampir tidak mengetahui mana laki- laki yang baik dan mana laki- laki yang kurang baik bagi perjalanan hidup ku kelak di dunia dan akhirat…

  6. Rindu says:

    @ mbak Syifa, gak usah bingung, kan perempuan yang baik untuk laki2 yang baik, dan laki2 yang baik untuk perempuan yang baik, jadi ALLAH tidak pernah tertukar dalam memasangkan.

    Jadi ketika kita sudah baik, pasti akan dapat pasangan yang baik pula, dan ketika itu datang insya ALLAH semua akan dimudahkan. yakinlah bahwa pilihan ALLAH itu yang terbaik.

    Bagaimana cara yakinnya? shalat istikharah … maka ALLAH akan memberikan jawaban apakah ini untuk kita atau bukan, tentunya jika iya maka itulah yang terbaik dan sebaliknya jika tidak maka bukan yang terbaik.

    gampang kan? :)

  7. nh18 says:

    HHHmmm …
    Saran saya …
    Sederhana saja …
    Berbuat baiklah senantiasa di jalan ALLAH …
    Cobalah berguna untuk sesama …
    Serving others …
    Jangan bertumpu dan berpusat pada diri sendiri saja …
    Namun … fokus pada apa yang bisa kita perbuat untuk orang lain …

    Saya yakin dengan begitu …
    Jodoh yang dijanjikan oleh ALLAH pun akan segera datang …

    (Agak generik … tetapi hanya ini yang bisa saya sarankan bagi para muslim / muslimah yang sedang mencari jodohnya …)

    Salam saya

  8. Duddy says:

    Makasih buat Ade dan Om NH yang udah ngasih masukan buat Mbak Syifa, semoga berguna buat Mbak Syifa..amiin yaa ALLAH

    Saya hanya ingin menambahkan aja.. untuk mengetahui dia laki2 yang baik atau bukan, perlu pengamatan yg dilakukan tidak hanya sekali dua kali, dan juga butuh bantuan orang lain (saudara, teman, dll.) untuk mengetahui apakah laki2 tersebut benar2 baik atau ngga. Jangan melihat dari satu pihak aja, terkadang kita butuh second opinion dari orang2 sekitar kita. Jangan cepat terpesona dengan tampilan luarnya aja (fisik dan sikapnya kepada mbak), karena bisa jadi itu hanya untuk menjerat dan melenakan mbak aja.. Dan yang terpenting jangan pernah lupa untuk selalu berdoa kepada ALLAH agar diberikan jodoh yang terbaik untuk kita, terbaik menurut ALLAH tentunya.

    Semoga dapat membantu ya Mbak, mkasih udah mampir ke blog saya. Sekali lagi makasih juga buat Ade dan Om NH atas masukannya, jika ada yg ingin menambahkan silahkan.. terbuka untuk umum.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.,

  9. alie fahroedien says:

    kalau mencari jodoh dengan perantara amalan dari allah,,apakah di perbolehkan,,,

  10. didi says:

    assalamualaikum..
    Mohon sarannya..

    Saya mempunyai teman dekat dan kami menyadari jika kami saling suka,,namun yang jadi kendala ialah dia bukan orang muslim..
    mohon saran dan pendapatnya untuk kondisi saya saat ini ,,karena saya bingung disatu sisi saya juga suka sama dia,,

  11. Muhamad Suryadi says:

    ass. insaallah saya akan menikah sebentar lg, saya senang karna saya akhirnya diberikan jodoh oleh ALLAH SWT.
    yang ingin saya tanya kan saya bingung dengan pekerjaan saya, yang penghasilannya masih sedikit , saya takut kalau istri saya nanti tidak bisa menerima keadaan saya. mohon info atau sarannya

  12. sahdan kalahari says:

    saya mengenal seorang wanita melalui jejaring sosial fb,melalui teman kami (saat ini wanita tersebut masih terikat kontrak kerja sebagai TKW yg bekerja di sektor informal di negara Hong kong) dan waktu berjalan kami saling memahami satu sama lain, dan pada suat hari dia meminta saya untuk datang kepada ibunya sekaligus menyampaikan itikad baik saya untuk meminangnya jika saya memang bersungguh – sungguh, (padahal kami belum pernah bertemu kecuali via YM atau Skype melalui web cam) tetapi karena saya memiliki keyakinan dalam hati dan niat yang tulus, saya pun berangkat dari kota balikpapan kaltim, ke kota malang di jatim, dan disana saya bertemu dengan ibu dan saudaranya dan meminta restu, serta berziarah ke makam Alm ayahnya, sesuai permintaannya, akhirnya kamipun berkomitmen untuk melanjutkan hub ini ke jenjang pernikahan, dan waktu berjalan komunikasi tetap kami jalin melalui hp, karena rutinitas kerja kami yg berbeda saya sebagai seorang karyawan di tv lokal daerah di kota balikpapan terus berupaya mencari rezeki guna memenuhi segala keperluan untuk pernikahan kami, (karena lebaran tahun ini dia cuti sebulan, jadi saya kembali diminta ke malang untuk berlebaran sekaligus silaturahmi keluarga) tetapi dua minggu terakhir ini dia berubah, segala sesuatu hilang begitu saja, lost contact…setiap telp dan sms saya ga’ di respon., dan suatu hari dia membalas sms saya dengan balasan yg membuat saya miris, dia meminta mengakhiri hubungan ini dan dengan tanpa alasan yg jelas..???/ tetapi karena keyakinan saya telah kuat tak henti pula saya berdo’a memohon kepada Alllah SWT agar dapat menemukan jalan keluar dari persoalan ini, anehnya dia minta saya putuskan hubungan tapi dia masih menggunakan acount fb nya dengan password yg saya ketahui (artinya dia tdk merubah password fbnya)
    singkatnya hubungan kami saat ini sedang gaswat tapi saya tak pernah berhenti berikhtiar dan berdo’a semoga dibukakan jalan, dan dengan segala ketulusan apapun hasil dari upaya saya ini saya tetap akan menuju malang lebaran tahun ini utk membuktikan kesungguhan saya sekaligus menunjukkan kepada dirinya bahwa saya benar2 ada.
    bagaimana menurut anda saya butuh saran dan masukannya..???

  13. epi martanti says:

    kala menurut saya ikhtiar dan do’a yg mas lakukan sangat super sekali,jarang di temukan cowok seperti kamu zaman sekarang,itu tdk mslh mas lakukan smua nya sbg bukti bahwa mas benr2 serius sma dia,.mudah2n ikhtiar dan do’a kmu di blz oleh allah swt.

    dan smga allah memberikan jodoh yang baik buat mas.

  14. ant says:

    iya, sama sperti sodara Sahdan, saya bertemu dengan cowok lewat jejaring FB. pertama kami bertemu melalui suatu komunitas page likes. dia berasal dari nusaierat, gaza dan benar-benar berhadapan dgn kaum zionis.. kami sama-sama masih berumur 21-an cuma beda satu bulan… dan sama-sama kuliah dibidang software engineering. ketika saya mulai mengenal nya, saya berpikiran untuk saling bertukar pendapat (seperti mslh politik arab league, kekhilafahan, perang salib, bahasa pemrograman, pelajaran kampus, masakan khas dll) dan alhamdulillah, saya belum sempat ber web cam, krn takut hubungan kami malah tidak di ridhai Allah…kami benar-benar menjaga hubungan baik, komunikasi baik, dan inshaAllah suatu hari bertemu ketika saya mendapat schoolarship, begitu pun dia.
    saya mengharap ridha Allah SWT agar dia kelak menjadi jodoh saya dan sbg suami yg baik u/ generasi selanjutnya. maka di sini saya berupaya / berikhtiar dgn motto seperti hawa yg berusaha menemui adam ketika dipisahkan. tidak hanya itu, sekali saya ingat dia untuk menjadi jodoh saya, saya berterima kasih kepada Allah krn mengingatkan bahwa Allah lah yang memberi rahma itu… banyak bersyukur atas semua rezeki plus hidayah nya… maka saya putuskan untuk mulai berbisnis sbg ladang mencari ridha Nya.. dan menolong agama Allah :)

  15. SahDan Kalahari says:

    buat epi martanti dan ant : rahasia Allah SWT begitu besar, share saya di bulan maret kemaren kini mulai ada titik terang, dan setelah lebaran tahun ini, Insyallah rencananya kami menikah, padahal saya sempat ga’ berfikir akan hal ini, karena sejak ditinggal dengan dan tanpa alasan yang jelas 5 bulan lalu kini semua kembali normal, dan setelah kami mengevaluasi kekeliruan kami, tanpa harus mencari siapa yang benar dan salah kami akhirnya bisa menerima kekurangan satu sama lain, apa yang selama ini menjadi ganjalan dalam hidup. dalam meraih jodoh dan ridha Allah memang tak semudah membalik telapak tangan, dan akhirnya membangun kesadaran bahwa hidup itu tak semulus jalan tol, semua ada liku2 dan durinya tapi dari sini kami belajar bagaimana menyikapi ini sebelum menjalani kehidupan berumah tangga yang sesungguhnya.., teryanta ikhtiar dan Do’a yang dibarengi sabar akan berbuah indah di akhirnya… segala puji bagi Allah yang maha pengasih, maha mendengar, maha pemurah dan maha mengetahui atas segala kehendaknya pula kita bisa berjalan untuk menatap masa depan. amin

  16. Etha says:

    Assalamuallaikum Wr Wb
    Mohon doanya tuk saya, agar diberi keyakinan bahwa takdir ALLAH SWT lebih indah. Dan mohon doanya juga untuk Pria yang Saya cintai saat ini terbebas dari masalah, dan diangkat segala beban dijiwanya. Agar kebahagiaan menaungi Dirinya dan Keluarganya selalu,, Aamiin Ya Rabbal’alamin….

    Saya berterima kasih sekali atas doa saudara/i semua,, semoga ALLAH membalas kebaikan yang tiada akhir dan melimpahkan kebahagiaan bagi Xan yg telah mendoakannya,, Aamiin Ya Rabbal’alamin…. **Salam Ukhuwah ^_^

  17. imma says:

    Ass
    Ustad saya mau tanya saya wanita yang tidak baik,tapi saya ingin belajar buat menjadi seseoarang yang baik,,begitu banyak kesalahan n mungkin dosa besar.ustad mungkin sekarang saya lagi di jauhkan dari jodoh saya,ap benar jodoh yang baik hany untuk yang baik juga berarti aku akan mendapatkan jodoh yang tidak baik y ustad mohon jawaban ny maksih y sebelum ny

  18. sari says:

    Aslm.sgkat sja sya mnta pndpat n sran a.sya prmpuan yg tdk lg mmlki kprwanan.sya sdar bhwa sya tlah byak melalukan dosa d msa lalu sya.tp sya skrg sdah brtobat.sya….igin tya apkh ad laki2 yg bs mnrma kndsi sya skrg dgan ikhlas.sya btuh sran.trmksih

  19. ary says:

    baca cerita mas sahdan jadi ngingeti pengalaman pribadi saya, cuman beda nya saya bukan kenal di media sosial dan kejadian itu saya ambil jadi pelajaran yang paling sangat berharga. saya cuman bisa berdoa “mudah mudan allah ngasih yg terbaik buat saya dan smuanya”
    amin

  20. tyya says:

    as.wr.wb
    saya tau menikah beda keyakinan itu slah, tp bolehkan saya menikah dg dia namun dlm masa pernikahan dia mau belajar ttg islam? dia berada di tengah2 lingkungan non muslim dan menurut pendapatnya, islam di indonesia banyakan gak baiknya. dari para ustad yg istri lbh dari satu sampai menyalahgunakan ayat alquran ttg pernikahan. lalu bgmn dia bisa percaya islam itu benar? terimakasih. wassalam

    • nadera alburuuj says:

      ya allah mbak tyya… mbak tanya ttg kebolehan menikah dengan non muslim kan?? pegang anjuran alquran baik-baik mbak… saran saya, mbak jangan gegabah untuk menikah… pelajari islam dan perbaiki aqidah mbak… karena pernikahan itu bukan masa pembelajaran.. tapi masa membina, dimana melahirkan umat selanjutnya…
      hidayah itu tidak datang sendiri… tapi harus keukeuh dikejar mbak…

      islam itu agama yang diridhoi Allah… @-@)/
      umm.. pertanyaan retorik: alquran menurut mbak tyya itu apa? makhluk atau bukan makhluk?

      mbak kalo mau sharing… bisa lewat ant.clues@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s